12/06/2025
TEBAR KEBENCIAN JADI PENYEBAB KERAS HATI
Memperkuat hubungan antara sesama manusia dengan kasih sayang perlu kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah memudarnya nilai-nilai toleransi. Kasih sayang dapat menciptaan kedamaian dalam menjalin suatu hubungan. Sebaliknya orang yang mempunyai sifat keras, congkak, dan angkuh akan mengakibatkan hubungan tidak harmonis dan berjauhan, bahkan dapat jadi penyebab keras hati.
Hubungan semakin erat bilamana antara golongan saling menghargai perbedaan, tolong-menolong dalam hal kebaikan, serta menghindari kecemburuan sosial yang berlebihan.
Termasuk akhlak tercela ialah tidak mempunyai rasa kasih sayang kepada sesama muslim, dan berprasangka buruk kepadanya. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam, memberi arahan kepada umatnya untuk saling simpati dan perhatian serta mempunyai rasa kasih sayang antara sesama. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ارْحَمْ مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكَ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Seseorang yang menyayangi (orang lain) pasti akan disayangi Allah. Sayangilah setiap penduduk bumi, nescaya engkau akan disayangi para penghuni langit” (Mu’jam Awsat li al-Tabarani No: 9009, Maktabah al-Maarif Status: Hadis Sahih)
Orang yang tidak mempunyai rasa kasih sayang kepada sesama muslim yang sedang mengalami musibah dan bencana, juga kepada orang yang lemah dan miskin, menunjukkan bahwa orang tersebut keras hatinya, lemah imannya, dan jauh dari Tuhannya. Bahkan hadis di atas memerintahkan kita untuk menebar kasih sayang kepada siapa pun, dari manusia, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan yang ada di muka bumi.
Hendaknya kita bersikap kasih sayang kepada sesama manusia bahkan kepada hewan sekalipun. Ketika ada rasa kasih sayang kepada sesama, maka mereka pun akan disayang oleh Allah subhanahu wata'ala.
Dalam kitab Al–Fathu ar-Rabbani wa al-Faidhu ar-Rahmani (Juz 1 Hlm. 70) Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani berkata: “Jika hati manusia telah baik maka hati itu akan dipenuhi perasaan kasih sayang atas yang lain”
Wallahu a'lam.
Disunting dari artikel BincangSyariah