OTO-D (One Train One Destination), adalah konsep kereta rel gantung berkecepatan tinggi dengan jumlah penumpang terbatas, eksklusif, ekonomis, tepat waktu, serba otomatis (tanpa sopir) dan ramah lingkungan. OTO-D (One Train One Destination) adalah konsep transportasi modern berbentuk kereta yang melayani satu rute perjalanan dalam satu waktu. Kereta berjalan dengan kecepatan yang relatif tinggi (5
4 Km/Jam). Daya tampung penumpang tiap kereta maksimal 8 orang. Diharapkan penumpang bisa nyaman dan lebih terjaga privasinya. Cepat, bebas kemacetan dan tepat waktu.
2. Aman & Nyaman (semua penumpang duduk).
3. Kapasitas jalur hingga ±10.800 kereta/jam atau ±64.800 penumpang/jam.
4. Bebas Polusi.
5. Aksesbilitas untuk kursi roda.
6. e-ticketing (melalui: SMS, WEB & voucher)
7. Hemat tempat parkir/garasi.
8. Tersedia kereta khusus : Wanita, Perokok, Barang & Sepeda Motor.
9. Biaya operasional relatif murah.
10. Biaya investasi lebih sedikit dari Jakarta MRT. Jalur OTO-D menggunakan rel gantung sebagaimana monorail. Hanya saja bentuk rel berupa p**a baja tunggal dengan dibantu dua p**a baja pendukung. Rel kereta dipasang pada tiang khusus berbentuk menyerupai huruf T. Tiap tiang digunakan untuk memasang dua rel, sehingga memungkinkan untuk dua arah yang berlawanan. Pada setiap stasiun dipasang rel tambahan untuk pemberhentian dan pemberangkatan. OTO-D tidak dilengkapi dengan mesin penggerak. Rancangan OTO-D menggunakan kawat berjalan sebagaimana pada kereta gantung. Ujung dan pangkal kawat saling disambungkan kemudian dipasang pada tiang rel. OTO-D dikaitkan dengan kawat berjalan sehingga kereta ikut bergerak. Sumber tenaga untuk menggerakkan kawat berjalan berasal dari motor listrik. Kecepatan OTO-D pada rel tersebut harus dijaga agar tetap tinggi, konstan dan stabil. Untuk menjaga keselamatan penumpang maka ditetapkan jarak minimal antar kereta. Apabila OTO-D tidak digunakan untuk perjalanan maka kereta dilipat dan disimpan dalam garasi khusus.