Bosowa Taksi Mamuju

Bosowa Taksi Mamuju Revolusi jiwa

21/05/2026

Saya mendapat lebih dari 450 tanggapan pada postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

Di ATM Jalan Sunu, Saya Bertemu Seorang Penyintas yang Menjaga MalamLewat pukul sembilan malam, tiga naskah berita masuk...
24/04/2026

Di ATM Jalan Sunu, Saya Bertemu Seorang Penyintas yang Menjaga Malam

Lewat pukul sembilan malam, tiga naskah berita masuk hampir bersamaan dari dua penulis. Layar handphone menyala, notifikasi bertumpuk, tetapi malam itu suasana hati sedang tidak begitu berpihak. Ada pekerjaan yang menunggu diedit, tetapi ada juga rasa penat dan malas sebenarnya.

Saya memilih keluar sebentar. Setelah pamit ke orang rumah, saya menuju warkop Azzahra, di Jalan Ujung Pandang Baru—tempat yang biasanya cukup membantu merapikan pikiran sebelum kembali menghadapi tenggat.

Saya terlebih dulu memutar arah ke ATM di Jalan Sunu, di halaman Toko Mursalim—toko lama yang bagi banyak orang di kawasan itu seperti penanda waktu yang tidak berubah. Bangunan dan produknya tetap sama seperti kembali di tahun 90-2000an.

Di antrean ATM, saya melihat seorang bapak berbaju ungu. Wajahnya asing. Baru pertama kali saya melihatnya di situ.

Saya kira ia sedang ikut mengantre di depan saya. Saya persilakan masuk lebih dulu. Ia tidak banyak bereaksi, hanya tampak fokus menemani seorang perempuan yang baru keluar dari mesin ATM. Ada kunci di tangannya. Saya menduga ia sedang mengantar.

Saat berada di dalam bilik ATM, saya sempat memperhatikannya dari balik kaca. Ada sesuatu pada wajahnya—bekas luka, atau mungkin sisa-sisa sebuah peristiwa kecelakaan.

Ketika saya keluar, ia ikut mengarahkan jalan keluar.

Barulah saya paham.

“Oh, kita tukang parkir, Pak?”

Saya sebenarnya berharap di jam seperti itu tak ada lagi penjaga parkir.

“Sampai malam begini ki, Pak?” tanya saya.

Ia menjawab singkat, tanpa nada mengeluh.

“Cari uang dek, untuk biaya operasi.”

“Mata ta?” saya bertanya, menatap wajahnya yang tampak menyimpan cerita.

“Iye… ini sudah pernah operasi sebenarnya.”

Saya bertanya lagi, apakah itu karena kecelakaan.

Jawabannya membuat percakapan kecil di tepi ATM itu berubah menjadi sesuatu yang lebih besar.

Karena tsunami Palu, 2018.

Malam seketika terasa lain.

Saya hanya sempat berkata, “Sehat-sehat ki Pak, semoga banyak rezeki ta.”

Ia membalas dengan kalimat yang justru seperti nasihat untuk saya:

“Kita juga hati-hati ki. Jaga kesehatan ta,”

Saya melanjutkan motor ke arah warkop. Waktu tinggal dua jam sebelum tutup. Tetapi baru sekitar 400 meter, di depan SMP Negeri 4, saya putar haluan.

Ada sesuatu yang belum selesai.

Saya kembali ke ATM itu.

Bapak itu—yang kemudian saya tahu bernama Frans—menyambut seperti sudah menunggu saya kembali.

Saya bilang saya juga pernah di Palu saat liputan bencana.

Ia lalu mulai bercerita.

Tentang bagaimana dirinya baru ditemukan tiga hari setelah bencana.

“Waktu itu tentara lagi gali-gali, tidak pakai alat berat, pakai tangan saja… saya ditemukan akhirnya.”

Kalimat itu keluar datar, hampir tanpa dramatik. Justru karena itu terasa berat.

Ia menceritakan ibunya yang berusia 80 tahun menangis saat menerima telepon darinya setelah dinyatakan selamat.

Tentang merantau demi mencari uang untuk ibunya.

Tentang hari ketika ia sedang mengantar gas, lalu gelombang itu datang.

“Saya merantau dek, untuk cari uang juga untuk mamaku. Tapi pas ka antar gas, kejadian itu tsunami.”

Ia mengabaikan empat orang yang keluar masuk ATM, lebih memilih bercerita.

"Kenapa ki tidak pakai BPJS, gratis sekarang," saranku, "Pak lurah tawwa sudah mau bantu, tapi hilang semua berkasku, harus ada surat pindah," ungkapnya.

Di bawah lampu jalan yang redup, di samping mesin ATM dan deru kendaraan yang sesekali melintas, cerita itu terasa lebih sunyi dari malam itu sendiri.

Saya sempat berpikir sedang berhenti sebentar di ATM dan mengejar kopi sebelum mengedit berita.

Ternyata saya sedang dihentikan hidup untuk mendengar kisah seorang penyintas.

Ada banyak orang yang kita temui di pinggir jalan, di tempat parkir, di sela rutinitas, yang tampak seperti bagian biasa dari lanskap kota. Padahal mereka membawa kisah yang nyaris tak terlihat.

Frans menjaga parkir hingga larut malam untuk biaya operasi.

Seorang lelaki yang pernah tertimbun, ditemukan tiga hari kemudian oleh tangan-tangan tentara, tangan relawan, kini berdiri mengatur keluar-masuk motor di halaman toko tua.

Saya datang malam itu untuk mencari tempat menulis.

Tapi yang saya bawa pulang justru pengingat lain: bahwa kadang hidup menyelipkan pelajaran bukan di ruang-ruang besar, melainkan di perjumpaan yang nyaris kita lewatkan begitu saja.

Di halaman ATM, dari seorang penyintas yang menjaga malam, saya diingatkan bahwa bertahan sering kali tidak terdengar heroik—ia hadir dalam cara seseorang tetap bekerja dengan luka, tetap sopan setelah selamat dari maut, tetap mendoakan orang lain di tengah kesulitannya sendiri.

Malam itu saya datang ke ATM. Yang saya tarik pulang justru kesadaran.

Bahwa ada manusia-manusia yang tetap hidup dengan cara paling sunyi: menjaga, berjuang, dan tidak banyak mengeluh.

Dan mungkin, di kota yang terus bergegas ini, kita sesekali memang perlu dihentikan—agar kembali belajar menghormati orang-orang, yang kita tidak pernah tahu pertarungan apa di dalam hidupnya yang sedang diperjuangkan.

Ini juga kembali mengingatkan prinsip saya, "Karena saya tidak tahu apa yang sedang diperjuangkan sama orang, jadi harus bersikap default baik ke semua orang yang tidak kukenal,".

Update (24/4): Terkait beliau sudah saya laporkan ke Dinas Sosial Sulsel dan akan berkoordinasi dengan Dinsos Makassar untuk assesmentnya untuk kebutuhan beliau. Setelah pertemuan kemarin saya belum ketemu lagi beliau, inshaallah besok. Teman-teman kalau mau kasih rejeki ke beliau saja langsung. Terima kasih perhatiannya... 😃🫰🙏

19/04/2026

Betul yang dikatakan legend psm

05/04/2026

Ada Akun yang terus-terusan menakuti seakan dunia akan runtuh, perang dunia III didepan mata, dst, dst. Oalah, Akun Bodoh. Trump itu seorang Pebisnis, anggota Konggres AS itu 98% para Trader semuanya. Kerjanya di ruang sidang itu trading Saham. Makannya perang ini terus saja tarik-ulur, tarik-ulur tidak segera diselesaikann sebab meraka ini para Trader semuanya, ingin mengguncang- guncang Market kapan Serok akumulasi dan kapan mereka pada TP distribusi. Katanya sarankan semua investor agar keluar dari Saham Asia, pas Saham Asia panic selling, Nyungsep pada nyungsep BUMI 204 pada putar balik nyerokin bertrilyun, AsUe gak? Gue si ikutan nyerok saja 204. TP 228 kan lumayan pagi-pagi dapat TP Rp 60 juta, Hahahahaa... emang kurang ajar para Bandar Asing itu.

Hormuz itu hanya 20% memasok minyak, Gak ada itu PDIII. Rusia dan China itu senyum-eenyum saja, gak gusar sedikit pun. Perang ini setelah Amerika sadar Iran gak bisa dikakahkan, sekarang hanya akan dihadikan permainan saja, selain menjaga Iran agar tetap terpuruk ekonominya supaya tidak bisa lagi membangun pabrik nuklirnya. Simpan tulisan saya ini klu gak percaya.

Yang harus Anda lakukan, Siap saja uang cash yang banyak, screening Saham yang mana paling rentan, paling Sensitip terpengaruh Isu perang Amrik - Iran. Serok yang banyak ketika terkapar nyungsep! Tunggu paling berapa hari rebound lagi ketika Trump bilang, Wis wis istirahat dulu main golf. Nanti ngancam lagi rontok lagi. Serok lagi. Jangan lagi melototin Chart, Candle lah, MA lah, RSI lah, Dead Cross lah... hahaha.......buang energi saja. Mendingan Kalian belajar FVG tiap hari Cuan walau tipis tapi berkali-kali sampai capek uangmu.

*MAU BIKIN EVENT/ACARA? YUK, PESAN ONLINE*Kini bikin event lebih mudah. Kamu cukup kunjungi _VENTA.ID_ dan semua kebutuh...
31/03/2026

*MAU BIKIN EVENT/ACARA? YUK, PESAN ONLINE*

Kini bikin event lebih mudah. Kamu cukup kunjungi _VENTA.ID_ dan semua kebutuhan untuk eventmu terpenuhi. Cukup di satu tempat, online!!

VENTA.ID adalah aplikasi web untuk melayani rental peralatan event. Saat ini _VENTA.ID_ baru hadir di Makassar. _Next_, Jakarta dan Yogyakarta. Alamat online kami di https://www.venta.id

VENTA.ID — Sewa peralatan event di Makassar, Maros, Gowa. Tersedia tenda, panggung, kursi, sound system, AC standing, booth pameran. Gratis pengiriman dalam kota.

MEMAHAMI HUBUNGAN TUHAN DAN MANUSIA**Bayangkan es dan air. Es itu sebenarnya adalah air, hanya saja berubah wujud karena...
28/03/2026

MEMAHAMI HUBUNGAN TUHAN DAN MANUSIA**

Bayangkan es dan air. Es itu sebenarnya adalah air, hanya saja berubah wujud karena kondisi tertentu. Atau seperti biji dan pohon. Pohon itu bukan sesuatu yang terpisah, tapi biji yang sudah tumbuh dan berubah bentuk. Sama juga seperti patung dan batu. Patung itu pada hakikatnya adalah batu yang dipahat, tapi tetap saja disebut patung karena bentuknya sudah berbeda.

Begitulah gambaran sederhana hubungan Tuhan dengan manusia atau alam semesta. Hakikatnya satu, tapi tampil dalam wujud yang berbeda.

Penting dipahami, meskipun es itu air, kita tidak bisa menyebut es sebagai air. Dan meskipun pohon berasal dari biji, kita tidak menyebut pohon sebagai biji. Karena di level bentuk dan identitas, mereka berbeda. Tapi di level hakikat, mereka satu.

Di sinilah sering terjadi salah paham. Banyak yang mengira Tuhan dan manusia itu dua hal yang benar-benar terpisah. Padahal tidak sesederhana itu. Namun juga tidak bisa disamakan secara kasar.

Kuncinya ada di satu kalimat penting:
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**

Air tidak menciptakan es.
Yang ada adalah air menjadi es.

Biji tidak menciptakan pohon.
Yang ada adalah biji menjadi pohon.

Jadi konsepnya bukan penciptaan seperti dua hal yang terpisah, tapi perubahan wujud dari satu hakikat yang sama.

Manusia dan alam semesta itu seperti es. Mereka ada, tapi keberadaannya tidak mutlak( wujud semu) . Bersifat sementara, berubah-ubah. Hakikatnya tetap satu, seperti air tadi.

Namun tetap harus hati-hati. Mengatakan manusia adalah Tuhan itu juga keliru. Sama seperti mengatakan es adalah air secara langsung, itu tidak tepat.masa anda beli es di warung,anda ngomongnya bu beli air. Yang ada anda di kasih air galon. Wekwek.Karena sifatnya berbeda. Air itu cair, es itu padat. Air itu mengalir, es itu kaku. Identitasnya berbeda, meskipun hakikatnya satu.

Manusia juga begitu. Terbatas, butuh makan, minum, uang, dan banyak hal.beda kan. Sementara Tuhan tidak. Jadi jelas berbeda di sifat dan karakter, tapi tidak terpisah di hakikat.

Manusia untuk sampai pada Kesadaran tentang ini juga bertahap.

1.Tahap awal, seperti es yang mulai menyadari bahwa dirinya berasal dari air. Dia mulai mengenal sifat air yang berbeda dengan dirinya. Di sini masih ada dualitas. Masih merasa “saya adalah es yang mengenal air”.saya padat dia cair, saya dingin dia sejuk. Tapi masih ada Rasa Aku Es.

Ini seperti orang yang merasa dirinya digerakkan Tuhan, ditolong Tuhan, dihidupkan Tuhan. Di salatkan di sehatkan di bicarakan di perjalankan Tuhan. Saat berjalan dia sadar seluruh gerakan kaki ini hanya bayangan yg mengikuti gerakan sang sumbernya. Seperti bayangan yg sadar geraknya disebabkan gerak dari benda atau orang yg jalan. Aku sebagai bayangan tau kalo saat aku gerak, sejatinya DIA yg gerak. Karna dia gerak menggerakkan maka aku gerak. Sudah mulai sadar, tapi masih merasa terpisah.masih ada rasa aku bayangan.DIA yg asli yang jadi sebab aku gerak
Ini disebut tahap mendekat( muroqobah/ fase hakikatul muhammadiyah/ menyatu)
Tuhan sebagai asbab awal. Causa prima.
Satu gerak satu irama selaras

2.Tahap berikutnya lebih dalam. Kesadaran berpindah. Tidak lagi merasa sebagai “es yang melihat air”, tapi menyadari bahwa dirinya pada hakikatnya adalah air yang sedang berwujud es.
Aku adalah aer yang sedang berbentuk es.
Aku adalah orang yang berjalan yang memiliki bayangan.

Seperti bayangan dan orang asli. Kalau masih merasa sebagai bayangan, itu masih dualitas. Tapi kalau kesadarannya sudah ke yang asli, dia tidak lagi merasa sebagai bayangan.

Di titik ini, tidak ada lagi pemisahan. Yang ada hanya satu kesatuan hakikat.
Fase ahadiyah ( Esa tunggal)

Namun ini bukan sesuatu yang bisa dipahami dengan logika saja. Harus jernih dalam melihat.

Jadi kesimpulannya sederhana tapi dalam:
Manusia itu bukan terpisah dari Tuhan, tapi juga bukan Tuhan dalam arti bentuknya.
Dia adalah wujud yang tampak dari hakikat yang sama, seperti es dari air.

Dan sekali lagi, kunci utamanya:
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**

Dan cara praktek dari Dasar adalah dari fase saat bergerak rasakanlah Anda sedang digerakkan saat ngomong rasakanlah anda lagi di ngomongkan saat menulis rasakanlah anda sedang di nuliskan saat hidup rasakan Anda dihidupkan saat salat disalatkan saat berdoa didoakan saat Diam didiamkan saat melihat diperlihatkan saat mendengar diperdengarkan tidak ada yang murni dari anda. Saat bisa, sadari itu di bisakan.

Tuhan yang kamu sembah hari ini bukan Tuhan yang sama disembah nenek moyangmu 3000 tahun lalu. Karen Armstrong, mantan b...
24/03/2026

Tuhan yang kamu sembah hari ini bukan Tuhan yang sama disembah nenek moyangmu 3000 tahun lalu. Karen Armstrong, mantan biarawati yang gagal menemukan Tuhan di dalam biara, justru menemukan fakta mencengangkan: konsep Tuhan manusia telah berubah drastis 180 derajat sepanjang sejarah dari dewa perang suku bangsa menjadi abstraksi mistis, lalu jadi proyeksi ego manusia itu sendiri.

Buku "A History of God" bukan bacaan religius biasa. Ini adalah detektif sejarah 4000 tahun yang mengungkap bagaimana Yahweh pernah menjadi salah satu dari banyak dewa Kanaan, bagaimana Yesus butuh 300 tahun untuk diakui sebagai Tuhan, dan bagaimana Tuhan modern sebenarnya adalah cerminan kebutuhan psikologis kita sendiri. Siap untuk melihat kebenaran yang fundamentalis takut kamu ketahui?

Yahweh Dulu Bukan Satu-Satunya

Di awal sejarah, bangsa Israel bukan monoteistik. Mereka menyembah Yahweh sebagai dewa suku yang berkompetisi dengan Baal, Asherah, dan dewa-dewa Kanaan lainnya. Yahweh bahkan punya istri dalam arkeologi Asherah.

Perjanjian di Gunung Sinai sekitar 1200 SM bukan pengakuan Tuhan tunggal, melainkan kesepakatan eksklusivitas politik. Israel berjanji setia hanya pada Yahweh, bukan menyangkal keberadaan dewa lain. Monoteisme murni baru muncul setelah pengasingan Babel, dipaksa oleh trauma kehancuran bangsa.

Yahweh yang kamu kenal sebagai pencipta alam semesta, dulunya hanyalah dewa badai dan perang suku nomaden. Transformasi ini memakan waktu 800 tahun.

Tuhan yang Diciptakan Ulang

Karen Armstrong menunjukkan bahwa setiap generasi menciptakan ulang Tuhan sesuai kebutuhannya. Nabi Yesaya mengubah Yahweh dari dewa pembalas menjadi pelindung kaum miskin dan janda. Ini revolusi etika, bukan teologi.

Ketika bangsa Israel terpecah antara tradisi Palestina dan pengaruh Yunani, terjadi perang konsep. Salah satu melihat Tuhan sebagai kebijaksanaan yang bisa dirasionalkan, yang lain sebagai misteri yang harus dirasakan. Perpecahan ini lahirkan dua wajah Yahweh yang bertahan sampai sekarang Tuhan yang jarak dan dekat secara bersamaan.

Tuhan tidak statis. Dia berevolusi karena manusia berevolusi. Konsep ketuhanan adalah cermin peradaban.

Yesus Butuh 3 Abad untuk Jadi Tuhan

Yesus sendiri tidak pernah mengklaim ketuhanan. Dia adalah guru etika dalam tradisi Farisi, pengikut Hillel yang mengajarkan kasih sebagai inti hukum. Paulus yang pertama kali menginterpretasi kematian Yesus sebagai pengorbanan ilahi, bukan Yesus sendiri.

Butuh 300 tahun dan pertikaian berdarah di Konsili Nicea 325 M untuk memutuskan Yesus adalah Tuhan yang setara dengan Bapa. Arius yang berpendapat Yesus makhluk ciptaan bukan kekal dikalahkan politik oleh Athanasius. Ini bukan wahyu, ini hasil voting para uskup yang dipengaruhi Kaisar Konstantin.

Kredo yang kamu ucapkan di gereja adalah hasil kompromi politik dan teologis, bukan kebenaran mutlak yang turun dari langit.

Islam dan Kembalinya Tuhan Absolut

Muhammad hadir membawa konsep Tuhan yang radikal tanpa mitos, tanpa inkarnasi, tanpa mediator. Allah bukan proyeksi manusiawi, melainkan yang mutlak tak terbatas. Ini adalah pemurnian konsep monoteisme yang paling ekstrem.

Namun Armstrong menunjukkan ironi: meski menolak antropomorfisme, Islam tetap mengalami evolusi. Dari rasionalisme falsafah Yunani-Arab yang memadukan Al-Quran dengan logika, hingga mistisisme Sufi yang mencari penyatuan dengan Tuhan melalui pengalaman altered states.

Revolusi Iran 1979 menunjukkan bagaimana Tuhan bisa menjadi kekuatan sosial-politik. Tuhan yang sama bisa menginspirasi ilmuwan seperti Avicenna atau revolusioner seperti Khomeini tergantung siapa yang mendefinisikan.

Tuhan Para Filsuf vs Tuhan Para Mistikus

Abad pertengahan melahirkan dua jalur yang bertolak belakang. Maimonides, Aquinas, dan Avicenna menciptakan Tuhan rasional yang bisa dibuktikan melalui logika Aristotelian. Tuhan sebagai Unmoved Mover, First Cause, entitas yang eksistensinya diturunkan dari premis filosofis.

Tapi para mistikus Kabbalis Yahudi, Sufi Muslim, Ortodoks Yunani menolak Tuhan yang bisa diketahui akal. Mereka menemukan Tuhan dalam keheningan, simbol, dan pengalaman batin yang tak terucapkan. Tuhan di sini bukan objek pengetahuan, melainkan subyek penyatuan.

Armstrong memihak mistisisme: Tuhan yang bisa dipahami akal bukan Tuhan yang sesungguhnya. Setiap definisi adalah pembatasan, setiap dogma adalah idolatry terselubung.

Kematian Tuhan dan Kelahiran Baru

Enlightenment membunuh Tuhan personal yang campur tangan sejarah. Newton dan Descartes menggantinya dengan Deisme Tuhan sebagai arsitek alam semesta yang setelah menciptakan, meninggalkan operasi ke hukum alam. Tuhan menjadi penonton, bukan aktor.

Nietzsche mengumumkan kematian Tuhan bukan karena ateisme, melainkan karena Tuhan Barat telah menjadi proyeksi kelemahan manusia moralitas budak yang menghina badan dan gairah. Freud melanjutkan: Tuhan adalah ilusi kepuasan psikologis, proyeksi ayah yang kita butuhkan.

Tapi Armstrong berargumen: kematian satu konsep Tuhan selalu melahirkan konsep baru.

Fundamentalisme modern bukan kembalinya Tuhan otentik, melainkan reaksi cemas terhadap modernitas idolatry instan yang memuaskan kebutuhan kepastian, bukan kebenaran.

Tuhan Hari Ini Adalah Proyeksi Diri

Armstrong mengingatkan bahaya terbesar: Tuhan personal yang kita ciptakan sering kali hanya versi besar dari diri kita sendiri. Tuhan Republik atau Demokrat, Tuhan yang membenci orang yang kita benci, Tuhan yang membenarkan prasangka kita.
Fundamentalisme di semua agama adalah ketika manusia membekukan konsep Tuhan pada satu titik sejarah, menolak evolusi, dan memaksa orang lain menyembah idolanya. Ini bukan ketakwaan, ini adalah narcisisme spiritual.

Masa depan Tuhan, menurut Armstrong, bukan di dogma melainkan di kompasio. Agama yang maju bukan yang benar secara doktrinal, melainkan yang menginspirasi empati, keadilan sosial, dan transendensi ego. Tuhan adalah praktik, bukan keyakinan.

Karen Armstrong menutup dengan pertanyaan yang menggugat: Apakah konsep Tuhan yang kamu pegang sekarang masih relevan dengan krisis abad 21 ketika AI mengubah definisi kesadaran, ketika klimat mengancam eksistensi, ketika alien mungkin nyata?

Atau kamu terjebak menyembah Tuhan abad pertengahan di era quantum computing?

Tuhan tidak mati. Dia hanya menunggu kita berani menciptakan ulangnya. Tapi berani nggak kamu mengakui bahwa Tuhan yang kamu sembah mungkin sudah expired?

Orang-orang disini banyak yang hobby menakut-nakuti,  menyebarkan Pesimisme, plus minim Pemimpin yang bisa menennangkan ...
20/03/2026

Orang-orang disini banyak yang hobby menakut-nakuti, menyebarkan Pesimisme, plus minim Pemimpin yang bisa menennangkan Rakyatnya. Tidak heran jika IHSG terus nyungsep dan Saham-saham bagus pada nyungsep akibat pada dilepas murah dan lihatkan data Foreign Nett Buy, Investor Asing mengarungi semuanya. Bagaiman cara menyerap pengangguran jika tidak ada investasi baru? Bagaimana?

Tetangga kita seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Singapore, Vietnam nyantai saja menyikapi Perang Amerika vs Iran. Sebab apa? Sebab mereka pintar, cerdas, dan paham, bahwa ini hanya skenario memberi jalan para Pemodal asing agar menguasai kepemilikan Perusahaan-perusahaan yang bagus kinerhanya. Dihajar dulu harganya dengan Isu-isu yang menakutkan hingga harga-harga pada nyungsep semuanya seperti sekarang ini. Harga emas pun sementara ini kan turun, artinya anomali banget sebab pakemnya dalam keadaan konflik internasional ataupun resesi ekonomi harga emas akan naik terus! Ini kenapa terbalik? Harga Turun tetapi barang tetap tidak ada, hahahaha....😅😅.

Tentulah ada scenario mereka akan mengarungi kepemilukan perusahaan-perusahaan yang bagus sebanyak mungkin dan segera setelah selesai perang, semua harga Emas dan Saham akan meroket to the Moon. Anda boleh tidak percaya, simpan tulisan ini! Cerdas dikit lah seperti negara tetangga kita yang tenang-tenang saja, dan memang para Pemimpin mereka jago menenangkan rakyatnya agar tetap optimis!

10/03/2026

*Darah Nabi Mengalir di Iran: Tidak Layakkah Kita Membelanya?*
Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah Lc. MA

Ketika kita membaca kitab hadits Bukhari dan Muslim di pesantren, pernahkah kita menyadari bahwa kedua imam agung itu adalah orang Persia? Bahwa sebagian besar ulama yang mewariskan ilmu Nabi lahir dari tanah yang dulu disebut Persia, kini bernama Iran? Ironisnya, masih banyak umat Islam yang _meragukan Iran hanya karena perbedaan mazhab atau pengaruh propaganda Barat._ Padahal fakta sejarah membuktikan: _Iran bukan bagian asing dari Islam, darah mereka telah berpadu secara fisik dengan darah Nabi Muhammad SAW._ Hubungan ini bukan sekadar simbolis, tapi ikatan nasab yang nyata dan terus berlanjut hingga hari ini.

Ketika pasukan Islam di masa Khalifah Umar bin Khattab menaklukkan Persia, _tidak terjadi pemusnahan, melainkan perpaduan agung dua peradaban._ Putri terakhir Kisra Persia, Syahrbanu, dinikahkan dengan Husain bin Ali, cucu kesayangan Rasulullah. Dari rahim putri Persia itu lahir Ali Zainal Abidin, Imam keempat yang dihormati kaum muslimin. Artinya, _seluruh Imam keturunan Husain adalah darah daging Persia dari pihak ibu._ Mereka adalah bukti hidup _bahwa Islam dan Persia telah menyatu dalam ikatan keluarga yang tidak terputus._ Imam Ja'far Shadiq, Imam Musa Kadzim, hingga Imam Mahdi yang diyakini, semuanya mewarisi darah Persia. Jadi ketika kita bicara Iran, kita sedang bicara tentang sanak saudara kita sendiri, keturunan Nabi yang lahir dari rahim ibu-ibu Persia.

Dalam sejarah keilmuan Islam, bangsa Persia menjadi pilar utama. Nabi SAW bersabda, "Seandainya iman itu berada di gugusan bintang Tsurayya, niscaya orang-orang dari Persia akan meraihnya."

Terbukti, siapa yang membukukan hadits-hadits Nabi? Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, Ibnu Majah, semuanya dari Persia.

Siapa yang merumuskan tata bahasa Arab agar Al-Qur'an terbaca benar? Imam Sibawaih, orang Persia. Siapa ulama tasawuf, filsafat, kedokteran, dan astronomi yang mengharumkan Islam? Rata-rata keturunan Persia.

Ironis jika ada muslim yang merendahkan Iran, padahal ilmu agamanya diwarisi dari ulama Persia. Tanpa mereka, kita mungkin masih bingung membedakan hadits shahih dan dhaif. _Darah intelektual Persia mengalir dalam pembuluh darah keilmuan Islam._

Lalu bagaimana dengan realitas politik hari ini? Perhatikan dengan jujur peta Timur Tengah. Negara-negara Arab tidak sungkan-sungkan lagi menjalin hubungan mesra dengan Israel. Normalisasi terjadi di mana-mana. Yang dulu vokal membela Palestina, kini diam seribu bahasa.

Di tengah hipokritisme itu, siapa yang masih berani menyatakan anti zionis-israel? Siapa yang masih memasok senjata dan uang ke Hamas? Siapa yang konsisten membangun poros perlawanan dari Teheran hingga Beirut? Jawabannya hanya satu: Iran.

Dukungan mereka kepada Palestina bukan basa-basi politik, tapi doktrin ideologis sejak Revolusi Islam 1979. Mereka tidak pernah mengakui Israel, tidak pernah menjual Palestina demi investasi, dan tidak takut ancaman AS.

_Membela Iran berarti membela diri sendiri, membela Quds, dan membela harga diri umat Islam yang terinjak-injak._
Jika propaganda Barat berhasil menjatuhkan Iran, tamatlah riwayat perlawanan terhadap Zionis di kawasan ini.

_Darah Nabi yang mengalir di Iran layak kita bela, bukan karena fanatisme mazhab, tapi karena ikatan kekerabatan dan perjuangan yang sama._

07/03/2026

SEMUA AKAN BERLALU

Ketika kita sedang sedih atau merasa sengsara, ingatlah satu hal sederhana: semua ini juga akan berlalu.

Di dunia ini tidak ada yang tetap. Tidak ada yang benar-benar abadi. Segala sesuatu selalu bergerak, berubah, dan berganti.

Kesedihan datang, lalu pergi.
Kebahagiaan datang, lalu pergi.
Keberuntungan datang, lalu pergi.
Kesulitan juga datang, lalu pergi.

Seperti siang yang berganti malam, dan malam yang kembali menjadi pagi.

Karena itu ketika kita sedang berada di masa sulit, tidak perlu terlalu tenggelam di dalamnya. Cukup sadari saja bahwa ini adalah bagian dari putaran kehidupan.

Apa pun yang kita alami saat ini hanyalah tamu yang sedang singgah.

Dan seperti semua tamu, pada waktunya ia juga akan pergi.

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Anwar SyamBeri komentar untuk menyambut mereka di komunitas kita,...
04/03/2026

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! 💎 Anwar Syam

Beri komentar untuk menyambut mereka di komunitas kita, berat

Address

Mamuju
91511

Telephone

04262322888

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bosowa Taksi Mamuju posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share