SAP Counter Jatinegara

SAP Counter Jatinegara SAP Counter Jatinegara siap menerima pengiriman dokumen ataupun paket via udara

02/12/2016
12/09/2015

Alhamdulillah hari ini ada kiriman ke pahandut palangkaraya

05/09/2015
03/09/2015

FEB UI menduduki peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ke9 dari 50 sekolah bisnis terbaik di Asia

Hayo yang menyusul save people education ...Jember, denpasar, kerawang, jogja, jombang, medan ... mari perjuangkan tsuna...
03/09/2015

Hayo yang menyusul save people education ...Jember, denpasar, kerawang, jogja, jombang, medan ... mari perjuangkan tsunami peradaban

Penting Membiasakan Bermasker Saat BepergianSetahun belakangan ini, saya sangat sering menemui orang memakai masker penu...
26/08/2015

Penting Membiasakan Bermasker Saat Bepergian

Setahun belakangan ini, saya sangat sering menemui orang memakai masker penutup wajah kala berjalan di tempat-tempat keramaian. Masker yang dipakai pun tak lagi masker standar seperti yang kerap dipakai tenaga medis dirumah sakit. Tapi sudah banyak diproduksi masker-masker yang fashionable beraneka gambar dan warna yang menarik. Awalnya saya tak terlalu tertarik memperdulikannya. Sampai suatu hari, seorang sahabat saya juga melakukan hal yang sama. Dia berkunjung kerumah saya dengan memakai masker penutup wajah. Tadinya saya mengira ia begitu karena datang dengan menggunakan sepeda motor, jadi wajar bila ia menggunakannya. Tapi sepanjang ia masuk ke rumah saya dan berbicara pada saya, ia tak mencopot masker yang di pakainya. Sayapun bertanya padanya. Saya : kenapa kok maskermu ga dibuka? Teman saya : iya mbak, saya menderita flu yang ga sembuh-sembuh. Dokter bilang saya terpapar udara kotor diluar sana. Karena daya tahan tubuh saya lemah akibat sakit yang berkepanjangan. Jadi sekarang saya biasakan memakainya kemanapun saya pergi. Ternyata lebih nyaman lho mbak buat saya. Saya : ohh...gitu ya Teman saya : iya mbak, terlebih kalau kita kepasar, fungsinya ga hanya melindungi kita dari sergapan kuman dan bakteri, tapi juga nutupin bau pasar yang sering ga menyenangkan... . Demikian sekilas dialognya. Saya jadi terfikir membenarkan apa yang dikatakan teman saya. Saya hampir setiap hari berkunjung ke pasar tradisional. Aroma yang tercium khas dari pasar kerap membuat saya terpaksa menutup hidung dengan jilbab saya. Kebetulan saya tak pernah telaten membawa tisu ataupun sehelai saputangan. Jadilah jilbab saya berfungsi ganda, hehe...Terlebih bila saya masuk ke los ikan dan daging. Wiihhh...aromanya lebih khas lagi. Amis dan anyir. Penggunaan masker selama ini, umumnya kita kenal hanya bagi mereka yang bekerja di kalangan medis, laboratorium, pabrik, dan para bikers pengendara sepeda atau sepeda motor. Jarang orang memakainya saat bepergian ketempat-tempat umum. Kecuali bila ada sebuah bencana di suatu daerah tertentu, seperti kebakaran hutan, meletusnya gunung berapi. Saat seperti itu masker umum di pakai dan di perjualbelikan masyarakat. Demi terhindar dari asap dan debu yang membahayakan kesehatan. Sekedar gambaran, dalam skala global, Jakarta adalah kota dengan tingkat polusi terburuk nomor 3 di dunia (setelah kota di Meksiko dan Thailand). Masih dalam skala global, kadar partikel debu (particulate matter) yang terkandung dalam udara Jakarta adalah yang tertinggi nomor 9 (yaitu 104 mikrogram per meter kubik) dari 111 kota dunia yang disurvei oleh Bank Dunia pada tahun 2004. Hingga tidak berlebihan bila Jakarta di juluki kota polusi, mengingat saat kita menjejak kaki keluar rumah udara polusilah yang menyergap kita. (www.kabarindonesia.com) Banyak alasan orang enggan memakai penutup wajah ini. Sesak napas, pengap, tidak terbiasa, adalah alasan-alasan yang umum kita jumpai. Namun mengingat pentingnya fungsi dan kegunaan masker ini, terlebih bila kita membaca deretan data polusi diatas, ada baiknya kita mulai biasakan menggunakannya. Berikut beberapa manfaat yang bisa kita peroleh kala kita menggunakannya masker penutup ini.
• Terhindar dari kuman dan bakteri yang berkembang melalui udara di sekitar kita. Terlebih jika kita sakit, setidaknya kita bisa mencegah orang lain tertular. Atau sebaliknya kita yang sehat tak tertular orang yang sedang sakit.
• Gas buang karbodioksida CO2 yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor pun menyumbang polusi udara yang tak kalah berbahayanya bagi kesehatan. Timbal dan polutan adalah racun yang berbahaya bila memapar tubuh dalam waktu yang lama. Bisa dibayangkan bila setiap harinya kita menghirup udara sedemikian kotor. Terlebih bila hari-hari kita banyak dihabiskan di jalan raya. Bahkan meski belum terbukti valid, di duga salah satu penyebab syndrom autis yang marak 10 tahun belakangan ini adalah racun timbal dan polusi yang terhirup oleh para ibu hamil. Namun saya tak berkompeten untuk membenarkan atau menyalahkan pernyataan ini. Tapi mengingat anak-anak autis yang sudah menjalani sederet test darah dan test rambut menyangkut kandungan racun di dalam tubuh mereka (dalam hal ini anak sayapun menjalaninya) didapat hasil mencengangkan. Rata-rata ditemukan kandungan racun timbal dan logam berat dalam jumlah yang cukup memprihatinkan dalam tubuh mereka. Padahal usia mereka masih sangat belia kalau bisa dikatakan terpapar secara langsung. Hingga boleh jadi kesimp**an penelitian itu ada benarnya. Bahwa seorang anak bisa terpapar itu dari ibunya sejak dalam kandungan. Kalau hal ini terbukti benar, tentu mengerikan bukan? Karena hal ini berarti bisa terjadi menimpa siapapun.
• Bagi anda yang tinggal di kawasan yang dekat dengan lingkungan pabrik. Polusi yang ditimbulkan dari asap pabrik juga tak kurang berbahanya bagi kesehatan paru-paru kita. Adalah lebih baik bila menggunakannya setiap hari.
• Bila sering naik bus, kereta dan angkutan umum lainnya, masker juga bermanfaat menutupi bau-bau yang tak sedap yang sering kita temui. Seperti kita tahu, bila angkutan umum di kota besar macam Jakarta, penumpangnya kerap berjejal berdesakan. Terlebih di jam-jam sibuk saat orang p**ang dan pergi ke kantor. Nah bermasker di situasi seperti ini rasanya solusi yang pas. Karena kita tak perlu repot-repot lagi menutup hidung kala bau keringat sesama penumpang menyergap di sekitar kita.
• Yang juga tak terlupa, kala kita berkunjung ke rumah sakit, masker juga perlu digunakan. Demi menghindari kita tertular aneka penyakit di rumah yang memang tempat berkumpulnya orang sakit. Selain itu ada beberapa kiat agar masker nyaman kita gunakan, diantaranya:
• pilihlah masker dari bahan yang lembut dan tidak kasar. Misalnya bahan katun atau bisa juga dari bahan kaos.
• pastikan masker yang kita gunakan bersih dan wangi. Mencucinya secara berkala, kalau bisa setiap hari diganti. Bila perlu kita mengoleksinya beberapa buah. Agar bisa dipakai berganti-ganti. Masker yang wangi membuat kita betah memakainya.
• Bila belum terbiasa mamakai masker, longgarkan ikatan masker yang anda pakai, jangan terlalu ketat mengikat, hingga masih ada rongga bagi anda untuk bernafas agar tak terlalu terasa sesak. Demikian pentingnya fungsi masker. Mungkin awalnya anda tak terbiasa menggunakannya. Perlu waktu untuk itu. Namun mengingat begitu banyak manfaat dari masker ini. Rasanya tak ada salahnya kebiasaan ini kita mulai dari sekarang. Selamat bermasker kawan . Salam sehat selalu .

Satu lagi karya ilmiah alumni 86 Dr. Abdurrahim Yapono. MA. MscTema utama Ruh ditiupkan pada hari ke 40-45 bukan hari ke...
22/08/2015

Satu lagi karya ilmiah alumni 86
Dr. Abdurrahim Yapono. MA. Msc
Tema utama
Ruh ditiupkan pada hari ke 40-45 bukan hari ke 120
Semua golongan Islam masuk surga
Boleh minum/makan berdiri

Untold Story akan hadits-hadits yang berlawanan atau berbeda
Harga Rp. 58.000,- sudah termasuk ongkos kirim Jabodetabek area.
Info Pemesanan bisa sms atau WA ke : 089653238755
Pesan hari ini resi pengiriman diupload hari itu juga. Stock ada di gerai SAP Counter Jatinegara

“Berani hidup tak takut matiTakut mati jangan hidupTakut hidup mati sajaHidup sekaliHiduplah yang berarti”KH.Ahmad Sahal...
22/08/2015

“Berani hidup tak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati saja
Hidup sekali
Hiduplah yang berarti”
KH.Ahmad Sahal
(Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo)
Rp. 78.000,- sudah ongkos kirim Jabodetabek Stock di Gerai SAP Jatinegara
Info Pemesanan SMS atau WA ke : 089653238755
Mantap, simple banget ya? Sederhana tapi dalam sekali maknanya. Benar-benar meningkatkan mood boosterku pagi ini. Yup kalimat diatas adalah kalimat yang aku baca dari sebuah buku berjudul Menapaki Kaki-Kaki langit, sebuah biografi tentang Husnan Bey Fananie.
Siapa dia? Gak tau ya?sama...hahaha...dengar saja baru sekarang namanya. Mungkin karena aku juga bukan orang yang update. Tapi kalau para santri di seluruh penjuru Indonesia pasti tau. Hmmm, beliau adalah cucu dari salah satu pendiri Gontor yaitu KH. R. Zainuddin Fananie
Salah satu hobiku adalah membaca biografi orang sukses. Entah kenapa ketika membacanya. Serasa semangat keberhasilan mereka menjalari tubuhku, rasa keoptimisan mereka bahwa mereka bisa membuat perubahan kearah yang lebih baik itu seperti mengalir dalam darahku. Ciee..lebay amat ya. Tapi benar loh. Coba saja kamu baca salah satu biografi orang sukses, siapa saja. Mulai dari yang kamu idolakan saja. Pasti kamu ikut terbawa arus keberhasilan mereka dan membayangkan akan bisa seperti mereka juga.
Oke back to this book.
Awal membaca buku ini, aku seperti berada di dalam lingkungan pesantren. Penuh rasa persahabatan, keceriaan, keilmuan dan tentu saja kedisiplinan yang tinggi. Yang menarik dari seorang Husnan Bey Fananie ini adalah kegigihannya dalam menerapkan Fi Ayyi Ardhin Tatho wa anta masulun ‘an Islamiha.(Di bumi manapun anda berada , anda memberikan kontribusi dan menjadi pemimpin terhadap kemajuan Islam di dalamnya)
Dimanapun ia berada, keIslamannya terlihat. Ia bangga menjadi santri ketika bersekolah si negara-negaralima benua. Ketika banyak teman-temannya yang santri juga berusaha menyembunyikan kesantriannya, tapi tidak begitu dengan pak Husnan ini.
Walaupun ia anak seorang kyai besar, ia juga seorang yang prihatin. Sikap ini terlihat ketika ia harus menjual lukisan demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Perjalanan hidupnya terangkum baik dalam buku ini, walaupun aku rasa masih terlihat cukup mulus lah. Karena tidak banyak terlihat kesulitan yang dihadapinya diceritakan dalam buku ini. Mungkin karena doa dari banyak orang untuk kemashlahatannya salah satu faktor pendukung kelancaran hidupnya.
Namun ada satu yang cukup menarik disini, yang aku juga baru tahu, bahwa gereja di Belanda bisa disewa. Penyewaannya adalah untuk acara Maulid. Menurutku itu terobosan yang luar biasa, sungguh pemikiran out of the box. Pertamanya teman-temannya yang tergabung dalam PMEE terheran-heran dengan idenya. Tapi Ide yang diberikan pak Husnan tidak hanya keinginan semata namun juga ia benar-benar mengetahui aturan peribadatan di Belanda seperti apa. Pemerintah Belanda mengizinkan untuk melakukan acara peribadatan selama itu dilakukan di tempat ibadah. That’s it, nothing else. Nah jadilah mereka memberanikan diri menyewa Grote Kerk (Gereja Agung) di DenHaag.
Bayangkan. Dari speaker gereja terdengar sholawatan serta pengajian. Gak usah orang kristen, orang Islam saja pasti bingung. Hahaha....menurutku ini keren. Alhamdulilah acara berjalan lancar, umat muslim berbagai etnis dari daerah sekitar Den Haag berdatangan satu demi satu.
Ada p**a sebutan beliau tentang bencana sesungguhnya bagi umat Islam adalah bencana yang terjadi di belahan dunia yang mayoritas muslim, peradaban Islam dihancurkan. Negara-negara yang dikenal memiliki basis kekuatan norma dan nilai Islam yang kuat, diserang, dihabisi dan dibumihanguskan dengan segala cara. Bencana ini disebut “Tsunami Peradaban”
Kalau paragraf di atas penghancuran Islam sebagai sebuah negara, seperti genoside. “Tsunami Peradaban”pun terjadi di bangsa muslim selepasnya. Mereka dibiarkan beridentitas sebagai muslim namun sikap dan perilaku mereka jauh dari Islam.
Perhatiannya pada keluarga, lingkungan, bangsa dan negara sungguh tidak diragukan lagi. Berbagai kiprahnya selama ini terangkum dalam baik pada buku ini. Pemikirannya tidak mudah terbawa oleh kenikmatan dunia dan tawaran menarik lainnya. Ia tetap bersiteguh pada prinsipnya, prinsip yang diawalinya dari perkataan KH. Zainuddin Fananie “Kita mesti bergerak, geraknya gerak maju, maju berlomba-lomba ke arah ketinggian, kegembiraan, kesentosaan Islam dan pemeluknya. Mesti bergerak kata kita, karena memang semata-mata wajib menjunjung tinggi perintah Tuhan Robbul Izzati”
Ya! Seorang santri, seorang pemimpin kepemudaan, seorang politikus, seorang...seorang...lainnya dengan berbagai kebaikan dipundaknya. Robbul Izzati adalah tujuan utamanya.
Fi Ayyi Ardhin Tatho wa anta masulun ‘an Islamiha.Tampaknya benar-benar ia terapkan, karena dimanapun ia berada, ia berkeyakinan harus membuat kemashlahatan bagi sekitarnya.
Semoga Allah kerap mempertemukannya dengan orang-orang baik yang selalu bergerak menuju kebaikan dalam bingkai keIslaman yang kuat.
Bagus! Untuk dibaca

19/08/2015

Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli ingin menjadikan Danau Toba sebagai Monaco Asia sebagaimana rencana pemerintah

Produk Sarung sepatu ini cocok untuk cover penyimpanan sepatu  anda sehingga aman berada di rak sepatu. Dan juga bisa me...
18/08/2015

Produk Sarung sepatu ini cocok untuk cover penyimpanan sepatu anda sehingga aman berada di rak sepatu. Dan juga bisa mengamankan kebasahan sepatu anda saat hujan menerpa dimana jas hujan hanya mengcover celana saja. Di sisi lain jika membeli lebih dari satu warna maka sepatu anda akan tampak berganti-ganti warna dalam perjalanan dan setiba di kantor sepatu asli anda tetap bersih tidak terkena injakan kaki orang lain saat di kereta ataupun terkena percikan air.
Produk ini dapat diperoleh dengan harga Rp. 50.000,- per pcs dan sudah termasuk ongkos kirim Jabodetabek Area atau dua set langsung dengan harga Rp. 85.000,- tersedia dalam ukuran S, M, XL dan juga XXL. Bahan dari parasit tebal dan nyaman.
Pembayaran via Bank Mandiri
Konfirmasi pembelian dengan Sdr. Lutfi di nomor 089653238755 (WA) atau datang ke gerai kami di SAP Counter Jatinegara.

Tunggu apalagi masker datang langsung ke rumah anda tanpa sibuk mencari-cari dan membuang waktu anda.Promo Minggu ini ma...
18/08/2015

Tunggu apalagi masker datang langsung ke rumah anda tanpa sibuk mencari-cari dan membuang waktu anda.
Promo Minggu ini masker lembut nan murah mudah dicuci kembali (washable)
dengan berbagai motif dijual perpaket.
1 paket isi : 11 pcs masker harga Rp. 52.100,-
Sudah termasuk ongkos kirim area Jabodetabek
Pembayaran via bank Mandiri
Cocok bagi para pengendara motor atau para penumpang kereta commuter line dan dapat menyehatkan pernafasan paru-paru anda.
Konfirmasi pembelian dengan Sdr. Lutfi di nomor 089653238755 (WA) atau datang ke gerai kami di SAP Counter Jatinegara.

“Berani hidup tak takut matiTakut mati jangan hidupTakut hidup mati sajaHidup sekaliHiduplah yang berarti”KH.Ahmad Sahal...
11/08/2015

“Berani hidup tak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati saja
Hidup sekali
Hiduplah yang berarti”
KH.Ahmad Sahal
(Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo)
Rp. 78.000,- termasuk ongkos kirim Jabodetabek
Mantap, simple banget ya? Sederhana tapi dalam sekali maknanya. Benar-benar meningkatkan mood boosterku pagi ini. Yup kalimat diatas adalah kalimat yang aku baca dari sebuah buku berjudul Menapaki Kaki-Kaki langit, sebuah biografi tentang Husnan Bey Fananie.
Siapa dia? Gak tau ya?sama...hahaha...dengar saja baru sekarang namanya. Mungkin karena aku juga bukan orang yang update. Tapi kalau para santri di seluruh penjuru Indonesia pasti tau. Hmmm, beliau adalah cucu dari salah satu pendiri Gontor yaitu KH. R. Zainuddin Fananie
Salah satu hobiku adalah membaca biografi orang sukses. Entah kenapa ketika membacanya. Serasa semangat keberhasilan mereka menjalari tubuhku, rasa keoptimisan mereka bahwa mereka bisa membuat perubahan kearah yang lebih baik itu seperti mengalir dalam darahku. Ciee..lebay amat ya. Tapi benar loh. Coba saja kamu baca salah satu biografi orang sukses, siapa saja. Mulai dari yang kamu idolakan saja. Pasti kamu ikut terbawa arus keberhasilan mereka dan membayangkan akan bisa seperti mereka juga.
Oke back to this book.
Awal membaca buku ini, aku seperti berada di dalam lingkungan pesantren. Penuh rasa persahabatan, keceriaan, keilmuan dan tentu saja kedisiplinan yang tinggi. Yang menarik dari seorang Husnan Bey Fananie ini adalah kegigihannya dalam menerapkan Fi Ayyi Ardhin Tatho wa anta masulun ‘an Islamiha.(Di bumi manapun anda berada , anda memberikan kontribusi dan menjadi pemimpin terhadap kemajuan Islam di dalamnya)
Dimanapun ia berada, keIslamannya terlihat. Ia bangga menjadi santri ketika bersekolah si negara-negaralima benua. Ketika banyak teman-temannya yang santri juga berusaha menyembunyikan kesantriannya, tapi tidak begitu dengan pak Husnan ini.
Walaupun ia anak seorang kyai besar, ia juga seorang yang prihatin. Sikap ini terlihat ketika ia harus menjual lukisan demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Perjalanan hidupnya terangkum baik dalam buku ini, walaupun aku rasa masih terlihat cukup mulus lah. Karena tidak banyak terlihat kesulitan yang dihadapinya diceritakan dalam buku ini. Mungkin karena doa dari banyak orang untuk kemashlahatannya salah satu faktor pendukung kelancaran hidupnya.
Namun ada satu yang cukup menarik disini, yang aku juga baru tahu, bahwa gereja di Belanda bisa disewa. Penyewaannya adalah untuk acara Maulid. Menurutku itu terobosan yang luar biasa, sungguh pemikiran out of the box. Pertamanya teman-temannya yang tergabung dalam PMEE terheran-heran dengan idenya. Tapi Ide yang diberikan pak Husnan tidak hanya keinginan semata namun juga ia benar-benar mengetahui aturan peribadatan di Belanda seperti apa. Pemerintah Belanda mengizinkan untuk melakukan acara peribadatan selama itu dilakukan di tempat ibadah. That’s it, nothing else. Nah jadilah mereka memberanikan diri menyewa Grote Kerk (Gereja Agung) di DenHaag.
Bayangkan. Dari speaker gereja terdengar sholawatan serta pengajian. Gak usah orang kristen, orang Islam saja pasti bingung. Hahaha....menurutku ini keren. Alhamdulilah acara berjalan lancar, umat muslim berbagai etnis dari daerah sekitar Den Haag berdatangan satu demi satu.
Ada p**a sebutan beliau tentang bencana sesungguhnya bagi umat Islam adalah bencana yang terjadi di belahan dunia yang mayoritas muslim, peradaban Islam dihancurkan. Negara-negara yang dikenal memiliki basis kekuatan norma dan nilai Islam yang kuat, diserang, dihabisi dan dibumihanguskan dengan segala cara. Bencana ini disebut “Tsunami Peradaban”
Kalau paragraf di atas penghancuran Islam sebagai sebuah negara, seperti genoside. “Tsunami Peradaban”pun terjadi di bangsa muslim selepasnya. Mereka dibiarkan beridentitas sebagai muslim namun sikap dan perilaku mereka jauh dari Islam.
Perhatiannya pada keluarga, lingkungan, bangsa dan negara sungguh tidak diragukan lagi. Berbagai kiprahnya selama ini terangkum dalam baik pada buku ini. Pemikirannya tidak mudah terbawa oleh kenikmatan dunia dan tawaran menarik lainnya. Ia tetap bersiteguh pada prinsipnya, prinsip yang diawalinya dari perkataan KH. Zainuddin Fananie “Kita mesti bergerak, geraknya gerak maju, maju berlomba-lomba ke arah ketinggian, kegembiraan, kesentosaan Islam dan pemeluknya. Mesti bergerak kata kita, karena memang semata-mata wajib menjunjung tinggi perintah Tuhan Robbul Izzati”
Ya! Seorang santri, seorang pemimpin kepemudaan, seorang politikus, seorang...seorang...lainnya dengan berbagai kebaikan dipundaknya. Robbul Izzati adalah tujuan utamanya.
Fi Ayyi Ardhin Tatho wa anta masulun ‘an Islamiha.Tampaknya benar-benar ia terapkan, karena dimanapun ia berada, ia berkeyakinan harus membuat kemashlahatan bagi sekitarnya.
Semoga Allah kerap mempertemukannya dengan orang-orang baik yang selalu bergerak menuju kebaikan dalam bingkai keIslaman yang kuat.
Bagus! Untuk dibaca

Address

Jalan Jatinegara Timur Ruko 57 H
Jakarta
13310

Telephone

+6281517067548

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SAP Counter Jatinegara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to SAP Counter Jatinegara:

Share